Rabu, 26 September 2012

Tak Lagi Terulang


Terpampang indah sebuah kenangan masa lalu di sebuah kamar kost berukuran 2,5 x 3 meter ini. Kenangan yang membanggakan. Ditambah dengan bubuhan tanda tangan yang tesusun tak beraturan dan disitu tertera namaku Amrizal T. Entah apa sebutannya. Yang jelas banyak yang melarangku untuk melakukan hal ini. Tapi aku acuh dan tetap melakukannya. Sekali seumur hidup dan tak akan terulang. 

Dulu, dia selama tiga tahun membungkus badanku saat menimba ilmu, kini warnanya tak lagi putih. Penuh warna seperti kehidupanku saat itu. Penuh warna karena hidupku saat itu tidak pernah monoton dan tidak membosankan. Teman, guru dan pengalaman berharga selalu menyelimutiku. Kebebasan berekspresi dan mengupas jati diri dimasa dekadensi moral semua terjadi dimasa itu. Indahnya.

Selasa, 25 September 2012

WOW..!!

Kaget, terkejut dan gak habis pikir. Itulah ekspresi saya ketika membaca salah satu blog milik teman saya. Gimana nggak, saya yang jadi bahan postingannya. Bahkan tiga judul postingan menempatkan saya sebagai "pemeran utama". Saya bener-bener gak habis pikir dia bakalan posting tulisan seperti itu. 
Entah apa yang sudah saya lakukan sampai dia menulis seperti itu. Yang jelas saya jadi "nganga" membacanya. Kacau. 
Entah dia lagi baca postingan ini apa nggak, yang jelas saya mengucapakan terima kasih atas postingannya. Tulisanmu bagus, dalam dan ngena banget. Tapi itulah cinta dan itulah hidup. Terkenang indah tapi kita harus melanjutkannya meskipun kadang tidak sesuai dengan angan-angan kita. 

"Keep move on girl. You'll find your way to found the right guy who love you so much. Thanks for "Bintang itu masih yang Terindah", "Filosofi Daun" and all of the memories in the past. One more, keep our friendship..!! Right?"

Hanya Selingan

Malam ini berjalan lambat. Entah apa sebabnya. Mungkin terlalu lama menatap harapan kosong yang tak berujung atau memang aku tak menginginkan malam ini segera berlalu. Bingung memilih jawaban itu. Hanya ada dua pilihan, tapi memang aku tak mampu untuk memilih mana jawaban yang tepat untuk situasi seperti ini. Sabtu lagi dan lagi sabtu. Membuatku merasa hampa tanpa kehadiran seorang yang spesial di hatiku. Pacar? Apa dia juga mengalami kekalutan hati sepertiku saat ini. Entah lah. Tak mampu aku untuk membaca isi hatinya saat ini. Hanya satu akhir cerita di malam ini. Selamat tidur.

Menurutku..!!

Sedikit tertarik mataku saat melihat tulisan Live, Love, Laugh. Tiga kata penuh arti tersirat di kehidupan semua insan manusia. Kata yang mempunyai arti dalam jika kita menafsirkannya secara benar. Tiga kata itu merupakan anugerah yang tiada duanya jika kita mendapatkannya di kehidupan nyata.

Live, menurutku inilah kata yang memulai segala pengalaman yang telah, akan dan sedang kita alami saat ini. Jelas, karena adanya kehidupan lah kita dapat melihat isi dunia yang luas sehingga kita berkesempatan untuk berpetualang di dalamnya. Semakin dalam kita memaknai arti hidup ini sebenarnya, semakin dalam pula imajinasi kita tentang kehidupan kita di masa yang akan datang. Tujuan, harapan dan mimpi menjadi penting saat kita paham bahwa waktu tak akan pernah kembali. Hidup itu bukan pilihan, tapi pilihan tak pernah jauh dari hidup.

Senin, 24 September 2012

Hidup dan Mati Di Mataku

Hidup. Semua manusia pasti diberi kesempatan untuk hidup dari Sang Penciptanya. Meskipun kadang kala ada manusia yang hanya diberi kesempatan hidup sangat singkat. Beruntung menurutku bagi orang yang menjalankan kehidupan ini secara singkat. Tanpa perlu memahami dan menjalani semua misteri tentang hidup ini. Ya, hidup ini selalu diselimuti dengan setumpuk misteri yang harus kita pecahkan masing-masing. Misteri yang kadang kala membuat kita menyerah untuk memecahkannya. Entah itu misteri masa lalu, masa depan ataupun misteri yang saat ini ada dihadapan kita. Ada misteri yang mudah untuk kita pahami dan banyak juga misteri yang kadang kala membuat kita hanya bilang "itu kehendak Tuhan" karena misteri itu di luar sistem penalaran kita.