Kamis, 21 November 2013

TANPA SADAR

     Sore kelabu menemani langkah kaki yang rapuh menuju kursi tua itu. Ku sandarkan raga ini sembari berasap. Dari serambi ini kupandangi setiap jengkal makhluk hidup di hadapanku. Tak menarik memang. Tapi aku tak punya pilihan lain.
     Lima belas tahun belakangan, inilah hal terasyik dalam hidupku. Menyendiri ditemani sepi. Terkadang angin sore datang menyapa. Terkadang pula air hujan datang berkunjung. Di mana orang-orang? Itu pertanyaan tersulit yang pernah aku dengar. Entahlah di mana mereka. Andai saja kau bertanya lima belas tahun yang lalu, aku pasti akan menjawabnya. Entah mengapa semua pergi meninggalkanku. Apa salahku kepada mereka sampai menengokku pun tak sudi. Lima belas tahun yang lalu, aahh, apa yang telah terjadi?
     Kenapa aku dicampakkan? Kenapa aku tak dihiraukan? Kenapa aku terkubur?


Argo Parahyangan, 11 Oktober 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar